Sabtu, 13 Oktober 2012

BAB 1 (ekonomi koperasi )




1. KONSEP KOPERASI BARAT
Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat
• Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan
• Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
• Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
• Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi
2. KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis
3. KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
• Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
• Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi.

Latar belakang aliran koperasi

2. Latar Belakang Aliran Koperasi
selalu ada yang mendasari dari segala sesuatu, contoh yang kita bahas sekarang. Dari beberapa konsep koperasi maka timbul beberapa pendapat dan pikiran yang berbeda dan menimbulkan aliran koperasi. Dan hal yang melatarbelakangi aliran koperasi adalah Keterkaitan Ideologi dan Sistem Perekonomian.
[Keterkaitan Ideologi] Mengapa hal ini mengakibatkan perbedaan aliran, sudah jelas bahwa setiap Negara mempunyai ideology yang berbeda, ideology adalah dasar dari Negara tersebut, contoh Negara Indonesia dengan ideology pancasilanya berbeda dengan Negara-negara lain. Contoh lain seperti Liberalisme / Kapitalisme, Komunisme / Sosialisme
[Sistem Perekonomian] Mengapa hal ini juga mengakibatkan perbedaan aliran, dengan ideologi yang berbeda otomatik siste perekonomian suatu negara akan berbeda pula. Contoh sistem perekonomian seperti Sistem Ekonomi Bebas Liberal, Sistem Ekonomi Sosialis, Sistem Ekonomi Campuran.
Dari kedua latar belakang koperasi timbul beberapa aliran koperasi seperti di bawah ini
  • [Aliran Yardstick]
Aliran pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau dengan sistem perekonomian liberal. Koperasi menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh system kapitalisme. Aliran ini sadar bahwa organisasi koperasi sebenarnya kurang berperan penting dalam masyarakat, khususnya dalam system dan struktur perekonomiannya. Pengaruh aliran ini cukup kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat dibawah system kapitalisme.
  • [Aliran Sosialis]
Menurut aliran ini, koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
  • [Aliran persemakmuran]
Aliran persemakmuran (Comminwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efisieen dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Sejarah Lahirnya Koperasi

Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual.
Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah.

Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.

Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha di bidang penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News.

The Women’s Coorporative Guild yang dibentuk pada tahun 1883, besar pengaruhnya terhadap perkembangan gerakan koperasi, disamping memperjuangkan hak-hak kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, warga negara, dan sebagai konsumen. Beberapa tahun kemudian, koperasi memulai kegiatan di bidang pendidikan dengan menyediakan tempat membaca surat kabar dan perpustakaan. Perpustakaan koperasi merupakan perpustakaan bebas pertama di Inggris, sekaligus digunakan untuk tempat berbagai kursus dan pemberantasan buta huruf. Kemudian Women Skill Guild Youth Organization membentuk sebuah pusat yaitu Cooperative Union. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative Collage di Manchaster yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama.

Revolusi industri di Prancis juga mendorong berdirinya koperasi. Untuk mampu menghadapi serangan industri Inggris, Prancis berusaha mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang berakibat pada peningkatan pengangguran. Kondisi inilah yang mendorong munculnya pelopor-pelopor koperasi di Prancis seperti Charles Fourier dan Louis Blanc.

Charles Fourier (1772-1837) menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan fakanteres, suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal. Fakanteres dibangun di atas tanah seluas lebih kurang 3 mil yang akan digunakan sebagai tempat tinggal bersama, dan dikelilingi oleh tanah pertanian seluas lebih kurang 150 hektar. Di dalamnya terdapat juga usaha-usaha kerajinan dan usaha lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengurus perkampungan ini dipilih dari para anggotanya. Cita-cita Fourier tidak berhasil dilaksanakan karena pengaruh liberalisme yang sangat besar pada waktu itu.

Lois Blanc (1811-1880) dalam bukunya Organization Labour menyusun gagasannya lebih konkrit, dengan mengatakan bahwa persaingan merupakan sumber keburukan ekonomi, kemiskinan, kemerosotan moral, kejahatan, krisis industri, dan pertentangan nasional. Untuk mengatasinya, perlu didirikan social work-shop (etelier socialux). Dalam perkumpulan ini, para produsen perorangan yang mempunyai usaha yang sama disatukan. Dengan demikian, perkumpulan ini mirip dengan koperasi produsen. Pada tahun 1884, kaum buruh di Perancis menuntut pemerintah untuk melaksanakan gagasan Lois Blanc untuk mendirikan koperasi, tetapi koperasi ini kemudian bangkrut.

Di samping negara-negara tersebut, koperasi juga berkembang di Jerman yang dipelopori Ferdinan Lasalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888), dan Herman Schulze (1803-1883) di Denmark dan sebagainya.

Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia di samping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai negara, para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk International Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam Kongres Koperasi Internasional yang pertama pada tahun 1896, di London. Dengan terbentuknya ICA, maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA
“Perekonomian disusun sebagai usah besama berdasarkan atas asas kekeluargaan” Pasal 33 ayat 1 UUD 1945.
Bangsa Indonesia sendiri telah lama mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan, yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan tersebut, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan Koperasi. Kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang turun-temurun itu dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia di antaranya adalah Arisan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, paketan, mitra cai dan ruing mungpulung daerah Jawa Barat, kerja sama pengairan yang terkenal dengan Subak untuk daerah Bali, dan Julo-julo untuk daerah Sumatra Barat merupakan sifat-sifat hubungan sosial, dan menunjukkan usaha atau kegiatan atasdasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan. Bentuk-bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, hubungan social, nonprofit dan kerjasama disebut Pra Koperasi. Pelaksanaan yang bersifat pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globlisasi terus merambat ke pedesaan.
Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjajdi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ). Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah.
Dalam kemiskinan dan kemelaratan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi. Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze memelopori Koperasi Simpan Pinjam. Di Perancis, muncul tokoh-tokoh kperasi seperti Charles Fourier, Louis Blance, dan Ferdinand Lassalle. Demikian pula di Denmark. Denmark menjadi Negara yang paling berhasil di dunia dalam mengembangkan ekonominya melalui koperasi. Kemajuan industri di Eropa akhirnya meluas ke Negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat sendiri koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Sedangkan di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi, maka berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan.
Di Indonesia pengenalan koperasi memang dilakukan oleh dorongan pemerintah, bahkan sejak pemerintahan penjajahan Belanda telah mulai diperkenalkan. Gerakan koperasi sendiri mendeklarasikan sebagai suatu gerakan sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi di Tasikmalaya. Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu :

(i) Program pembangunan secara sektoral seperti koperasi pertanian, koperasi desa, KUD;
(ii) Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi fungsional lainnya; dan
(iii) Perusahaan baik milik negara maupun swasta dalam koperasi karyawan.
Pertumbuhan koperasi di Indonesia sendiri mengalami pasang surut dengan titik berat lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Pertumbuhan koperasi Indonesia yang dipelopori Patih Purwokerto R.Aria Wiriatmadja bergerak pada bidang simpan pinjam. Akan tetapi untuk memodali kegiatan tersebut beliau menggunakan uang sendiri dan kas masjid(Djojohadikoesoemo,1940).Setelah beliau tahu hal itu dilarang ,maka uang kas masjid dikembalikan secara utuh .
Kegiatan koperasi simpan pinjam kemudian dikembangkan oleh De Wolf Van Westerrode assisten residen Wilayah Purwokerto di Banyumas.
Setelahnya pada tahun 1908 Budi Oetomo berdiri. Organisasi ini menganjurkan koperasi untuk Rumah Tangga. Begitu pula SDI(Serikat Dagang Islam) yang mengembangkan koperasi untuk kebutuhan sehari hari.
Pada tahun 1918 K.H. Hasyim Asyari mendirikan koperasi bernama Syirkatul Inan(SKN) yang beranggotakan 45 orang. Organisasi bertekad dengan kelahiran koperasi ini sebagai periode “Nahdlatuttijar”.Oleh karena itu maka 2 tahun kemudian dibentuklah “Komisi Koperasi”yang dipimpin oleh DR.J.H Boeke untuk meneliti kebutuhan masyarakat Bumi Putera dalam berkoperasi. Akhirnya DR.J.H Boeke ditunjuk sebagai Kepala Jawatan Koperasi yng pertama. Perkembangan setelah berdirinya Jawatan koperasi tahun 1930,koperasi berkembang sangat pesat
Secara teoritis sumber kekuatan koperasi sebagai badan usaha dalam konteks kehidupan perekonomian, dapat dilihat dari kemampuan untuk menciptakan kekuatan monopoli dengan derajat monopoli tertentu, ini adalah kekuatan semu dan justru dapat menimbulkan kerugian bagi anggota masyarakat di luar koperasi. Sumber kekuatan lain adalah kemampuan memanfaatkan berbagai potensi external yang timbul di sekitar kegiatan ekonomi para anggotanya. Koperasi juga dapat dilihat sebagai wahana koreksi oleh masyarakat pelaku ekonomi, baik produsen maupun konsumen, dalam memecahkan kegagalan pasar dan mengatasi inefisiensi karena ketidaksempurnaan pasar.
Koperasi selain sebagai organisasi ekonomi juga merupakan organisasi pendidikan dan pada awalnya koperasi maju ditopang oleh tingkat pendidikan anggota yang memudahkan lahirnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam sistem demokrasi dan tumbuhnya kontrol sosial yang menjadi syarat berlangsungnya pengawasan oleh anggota koperasi. Oleh karena itu kemajuan koperasi juga didasari oleh tingkat perkembangan pendidikan dari masyarakat dimana diperlukan koperasi. Pada saat ini masalah pendidikan bukan lagi hambatan karena rata-rata pendidikan penduduk dimana telah meningkat. Bahkan teknologi informasi telah turut mendidik masyarakat, meskipun juga ada dampak negatifnya.
Sampai dengan bulan November 2008, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 117.600 unit lebih. Corak koperasi Indonesia adalah koperasi dengan skala sangat kecil. Pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Struktur organisasi koperasi Indonesia mirip organisasi pemerintah/lembaga kemasyarakatan yang terstruktur dari primer sampai tingkat nasional. Hal ini telah menunjukkan kurang efektif nya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Tidak jarang menjadi instrumen eksploitasi sumberdaya dari daerah pengumpulan. Fenomena ini dimasa datang harus diubah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang dengan globalisasi.
“Pendidikan dan peningkatan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kekuatan koperasi (pengembangan SDM)”.
Dengan adanya peningkatan teknologi tersebut, apalagi di era globlisasi teknologi ini, kegiatan kopersi semakin lebih mudah. Para anggotanya bisa melakukan transaksi secara/via Online dengan bantuan berbagai software yg mendukun kegiatan transaksi itu sendiri. Bukan itu saja, koperasi itu sendiri semakin mudah saja untuk memperluas jaringannya. Dengan begitu Perkembangan koperasi di Indonesia semakin pesat dan menjalar sampai ke pedesaan. Dengan begitu akan tercapai cita-cita Koperasi dan bangsa Indonesia, yakni mensejahterahkan anggota pada khususnya dan mensejahterakan masyarakat pada umumnya

Bab 1 ekonomi koperasi




1. KONSEP KOPERASI BARAT
Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat
• Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan
• Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
• Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
• Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi
2. KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis
3. KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
• Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
• Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi.

Latar belakang aliran koperasi

2. Latar Belakang Aliran Koperasi
selalu ada yang mendasari dari segala sesuatu, contoh yang kita bahas sekarang. Dari beberapa konsep koperasi maka timbul beberapa pendapat dan pikiran yang berbeda dan menimbulkan aliran koperasi. Dan hal yang melatarbelakangi aliran koperasi adalah Keterkaitan Ideologi dan Sistem Perekonomian.
[Keterkaitan Ideologi] Mengapa hal ini mengakibatkan perbedaan aliran, sudah jelas bahwa setiap Negara mempunyai ideology yang berbeda, ideology adalah dasar dari Negara tersebut, contoh Negara Indonesia dengan ideology pancasilanya berbeda dengan Negara-negara lain. Contoh lain seperti Liberalisme / Kapitalisme, Komunisme / Sosialisme
[Sistem Perekonomian] Mengapa hal ini juga mengakibatkan perbedaan aliran, dengan ideologi yang berbeda otomatik siste perekonomian suatu negara akan berbeda pula. Contoh sistem perekonomian seperti Sistem Ekonomi Bebas Liberal, Sistem Ekonomi Sosialis, Sistem Ekonomi Campuran.
Dari kedua latar belakang koperasi timbul beberapa aliran koperasi seperti di bawah ini
  • [Aliran Yardstick]
Aliran pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau dengan sistem perekonomian liberal. Koperasi menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh system kapitalisme. Aliran ini sadar bahwa organisasi koperasi sebenarnya kurang berperan penting dalam masyarakat, khususnya dalam system dan struktur perekonomiannya. Pengaruh aliran ini cukup kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat dibawah system kapitalisme.
  • [Aliran Sosialis]
Menurut aliran ini, koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
  • [Aliran persemakmuran]
Aliran persemakmuran (Comminwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efisieen dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Sejarah Lahirnya Koperasi

Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual.
Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah.

Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.

Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha di bidang penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News.

The Women’s Coorporative Guild yang dibentuk pada tahun 1883, besar pengaruhnya terhadap perkembangan gerakan koperasi, disamping memperjuangkan hak-hak kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, warga negara, dan sebagai konsumen. Beberapa tahun kemudian, koperasi memulai kegiatan di bidang pendidikan dengan menyediakan tempat membaca surat kabar dan perpustakaan. Perpustakaan koperasi merupakan perpustakaan bebas pertama di Inggris, sekaligus digunakan untuk tempat berbagai kursus dan pemberantasan buta huruf. Kemudian Women Skill Guild Youth Organization membentuk sebuah pusat yaitu Cooperative Union. Pada tahun 1919, didirikanlah Cooperative Collage di Manchaster yang merupakan lembaga pendidikan tinggi koperasi pertama.

Revolusi industri di Prancis juga mendorong berdirinya koperasi. Untuk mampu menghadapi serangan industri Inggris, Prancis berusaha mengganti mesin-mesin yang digunakan dengan mesin-mesin modern yang berakibat pada peningkatan pengangguran. Kondisi inilah yang mendorong munculnya pelopor-pelopor koperasi di Prancis seperti Charles Fourier dan Louis Blanc.

Charles Fourier (1772-1837) menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan fakanteres, suatu perkumpulan yang terdiri dari 300 sampai 400 keluarga yang bersifat komunal. Fakanteres dibangun di atas tanah seluas lebih kurang 3 mil yang akan digunakan sebagai tempat tinggal bersama, dan dikelilingi oleh tanah pertanian seluas lebih kurang 150 hektar. Di dalamnya terdapat juga usaha-usaha kerajinan dan usaha lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengurus perkampungan ini dipilih dari para anggotanya. Cita-cita Fourier tidak berhasil dilaksanakan karena pengaruh liberalisme yang sangat besar pada waktu itu.

Lois Blanc (1811-1880) dalam bukunya Organization Labour menyusun gagasannya lebih konkrit, dengan mengatakan bahwa persaingan merupakan sumber keburukan ekonomi, kemiskinan, kemerosotan moral, kejahatan, krisis industri, dan pertentangan nasional. Untuk mengatasinya, perlu didirikan social work-shop (etelier socialux). Dalam perkumpulan ini, para produsen perorangan yang mempunyai usaha yang sama disatukan. Dengan demikian, perkumpulan ini mirip dengan koperasi produsen. Pada tahun 1884, kaum buruh di Perancis menuntut pemerintah untuk melaksanakan gagasan Lois Blanc untuk mendirikan koperasi, tetapi koperasi ini kemudian bangkrut.

Di samping negara-negara tersebut, koperasi juga berkembang di Jerman yang dipelopori Ferdinan Lasalle, Friedrich W. Raiffesen (1818-1888), dan Herman Schulze (1803-1883) di Denmark dan sebagainya.

Dalam perjalanan sejarah, koperasi tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia di samping badan usaha lainnya. Setengah abad setelah pendirian Koperasi Rochdale, seiring dengan berkembangnya koperasi di berbagai negara, para pelopor koperasi sepakat untuk membentuk International Cooperative Alliance (ICA-Persekutuan Koperasi Internasional) dalam Kongres Koperasi Internasional yang pertama pada tahun 1896, di London. Dengan terbentuknya ICA, maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA
“Perekonomian disusun sebagai usah besama berdasarkan atas asas kekeluargaan” Pasal 33 ayat 1 UUD 1945.
Bangsa Indonesia sendiri telah lama mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan, yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan tersebut, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan Koperasi. Kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang turun-temurun itu dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia di antaranya adalah Arisan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, paketan, mitra cai dan ruing mungpulung daerah Jawa Barat, kerja sama pengairan yang terkenal dengan Subak untuk daerah Bali, dan Julo-julo untuk daerah Sumatra Barat merupakan sifat-sifat hubungan sosial, dan menunjukkan usaha atau kegiatan atasdasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan. Bentuk-bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, hubungan social, nonprofit dan kerjasama disebut Pra Koperasi. Pelaksanaan yang bersifat pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globlisasi terus merambat ke pedesaan.
Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjajdi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ). Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah.
Dalam kemiskinan dan kemelaratan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi. Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze memelopori Koperasi Simpan Pinjam. Di Perancis, muncul tokoh-tokoh kperasi seperti Charles Fourier, Louis Blance, dan Ferdinand Lassalle. Demikian pula di Denmark. Denmark menjadi Negara yang paling berhasil di dunia dalam mengembangkan ekonominya melalui koperasi. Kemajuan industri di Eropa akhirnya meluas ke Negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat sendiri koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Sedangkan di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi, maka berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan.
Di Indonesia pengenalan koperasi memang dilakukan oleh dorongan pemerintah, bahkan sejak pemerintahan penjajahan Belanda telah mulai diperkenalkan. Gerakan koperasi sendiri mendeklarasikan sebagai suatu gerakan sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi di Tasikmalaya. Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi. Ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu :

(i) Program pembangunan secara sektoral seperti koperasi pertanian, koperasi desa, KUD;
(ii) Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi fungsional lainnya; dan
(iii) Perusahaan baik milik negara maupun swasta dalam koperasi karyawan.
Pertumbuhan koperasi di Indonesia sendiri mengalami pasang surut dengan titik berat lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Pertumbuhan koperasi Indonesia yang dipelopori Patih Purwokerto R.Aria Wiriatmadja bergerak pada bidang simpan pinjam. Akan tetapi untuk memodali kegiatan tersebut beliau menggunakan uang sendiri dan kas masjid(Djojohadikoesoemo,1940).Setelah beliau tahu hal itu dilarang ,maka uang kas masjid dikembalikan secara utuh .
Kegiatan koperasi simpan pinjam kemudian dikembangkan oleh De Wolf Van Westerrode assisten residen Wilayah Purwokerto di Banyumas.
Setelahnya pada tahun 1908 Budi Oetomo berdiri. Organisasi ini menganjurkan koperasi untuk Rumah Tangga. Begitu pula SDI(Serikat Dagang Islam) yang mengembangkan koperasi untuk kebutuhan sehari hari.
Pada tahun 1918 K.H. Hasyim Asyari mendirikan koperasi bernama Syirkatul Inan(SKN) yang beranggotakan 45 orang. Organisasi bertekad dengan kelahiran koperasi ini sebagai periode “Nahdlatuttijar”.Oleh karena itu maka 2 tahun kemudian dibentuklah “Komisi Koperasi”yang dipimpin oleh DR.J.H Boeke untuk meneliti kebutuhan masyarakat Bumi Putera dalam berkoperasi. Akhirnya DR.J.H Boeke ditunjuk sebagai Kepala Jawatan Koperasi yng pertama. Perkembangan setelah berdirinya Jawatan koperasi tahun 1930,koperasi berkembang sangat pesat
Secara teoritis sumber kekuatan koperasi sebagai badan usaha dalam konteks kehidupan perekonomian, dapat dilihat dari kemampuan untuk menciptakan kekuatan monopoli dengan derajat monopoli tertentu, ini adalah kekuatan semu dan justru dapat menimbulkan kerugian bagi anggota masyarakat di luar koperasi. Sumber kekuatan lain adalah kemampuan memanfaatkan berbagai potensi external yang timbul di sekitar kegiatan ekonomi para anggotanya. Koperasi juga dapat dilihat sebagai wahana koreksi oleh masyarakat pelaku ekonomi, baik produsen maupun konsumen, dalam memecahkan kegagalan pasar dan mengatasi inefisiensi karena ketidaksempurnaan pasar.
Koperasi selain sebagai organisasi ekonomi juga merupakan organisasi pendidikan dan pada awalnya koperasi maju ditopang oleh tingkat pendidikan anggota yang memudahkan lahirnya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam sistem demokrasi dan tumbuhnya kontrol sosial yang menjadi syarat berlangsungnya pengawasan oleh anggota koperasi. Oleh karena itu kemajuan koperasi juga didasari oleh tingkat perkembangan pendidikan dari masyarakat dimana diperlukan koperasi. Pada saat ini masalah pendidikan bukan lagi hambatan karena rata-rata pendidikan penduduk dimana telah meningkat. Bahkan teknologi informasi telah turut mendidik masyarakat, meskipun juga ada dampak negatifnya.
Sampai dengan bulan November 2008, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 117.600 unit lebih. Corak koperasi Indonesia adalah koperasi dengan skala sangat kecil. Pengembangan koperasi di Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama dan tidak mudah ke luar dari kungkungan pengalaman tersebut. Struktur organisasi koperasi Indonesia mirip organisasi pemerintah/lembaga kemasyarakatan yang terstruktur dari primer sampai tingkat nasional. Hal ini telah menunjukkan kurang efektif nya peran organisasi sekunder dalam membantu koperasi primer. Tidak jarang menjadi instrumen eksploitasi sumberdaya dari daerah pengumpulan. Fenomena ini dimasa datang harus diubah karena adanya perubahan orientasi bisnis yang berkembang dengan globalisasi.
“Pendidikan dan peningkatan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kekuatan koperasi (pengembangan SDM)”.
Dengan adanya peningkatan teknologi tersebut, apalagi di era globlisasi teknologi ini, kegiatan kopersi semakin lebih mudah. Para anggotanya bisa melakukan transaksi secara/via Online dengan bantuan berbagai software yg mendukun kegiatan transaksi itu sendiri. Bukan itu saja, koperasi itu sendiri semakin mudah saja untuk memperluas jaringannya. Dengan begitu Perkembangan koperasi di Indonesia semakin pesat dan menjalar sampai ke pedesaan. Dengan begitu akan tercapai cita-cita Koperasi dan bangsa Indonesia, yakni mensejahterahkan anggota pada khususnya dan mensejahterakan masyarakat pada umumnya

Selasa, 01 Mei 2012

Pelangi Dibatas Kota

Namaku Erick. Aku adalah seorang musisi yang terkadang senang menulis puisi. Hobiku itu berkembang semenjak kuliah dulu waktu masih di Bogor. Aku orang yang simple, senang bergaul dan humoris walau kadang banyak berpikir dan sentimentil layaknya seorang pecinta. Maka tak heran bila di kampus aku sering dijuluki seorang Pujangga itu dikarenakan aku sering menulis puisi disela-sela kesibukan kuliahku. Puisi adalah curahan hati begitu juga musik, ibarat hamparan senja yang merona di ladang jiwa.

Banyak keindahan di alam semesta yang menjadi inspirasiku. Terlebih ketika menyentuh cinta dan keanggunan seorang Wanita. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya. Secepat itu kutuangkan dalam puisi dan lagu. Itulah sekilas tentang aku.

Kini aku tinggal di Karawang. Aku bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan swasta POSCO IJPC yang bergerak di bidang Coil Centre/Pemotongan Baja, dengan Shareholder KOREA. Kebiasaanku dulu tidak pernah aku tinggalkan seperti nge band, menulis puisi atau kumpul bersama teman-teman entah itu nonton konser music atau nonton pertandingan sepak bola dan sebagainya.

Waktu terus bergulir seiring dengan kesibukanku hingga akhirnya aku menemukan seorang wanita yang bernama ‘Fika Yunita”. Seseorang yang hingga kini masih lekat di pikiranku. Memang sebelum mengenal Fika, aku sempat menjalin hubungan dengan seorang gadis asal kota Bandung. Namanya Diah Fitri. Dia Putih, Cantik dan Modis. Kedekatan aku dan Diah dikarenakan satu kawasan tempat kerjanya. Dia bekerja sebagai Accounting di PT. KAWAI. Karena itu aku dan dia sering berangkat dan pulang kerja bersama.

Selama 1 tahun lebih berhubungan, tiba-tiba Diah memutuskan untuk kembali ke Bandung guna melanjutkan kuliah S1 Ekonomi di UNPAD. Disitulah konflik berawal. Hingga akhirnya kita sepakat untuk mengakhiri hubungan. Meski demikian hubungan sebagai sahabat masih terjaga hingga kini. Begitulah singkatnya kisah cerita cintaku. 
Sebelum mengenal jauh tentang Fika gadis yang baru aku kenal, beginilah awal ceritanya. Pada tanggal 30 Desember 2011 digelar sebuah acara “QSS Fun Day Festifal”. Itu adalah sebuah acara independent konser music yang diadakan di sebuah restoran di daerah Sindang Reret Karawang Barat. Kebetulan “TINPLATE” (Band Akustik ku) dapat undangan untuk perform disana. Sekitar pukul 18.30 wib, acara pun dimulai, suasana begitu ramai di restoran itu. Banyak sekali yang hadir terutama karyawan-karyawan dari PT. POSCO IJPC.
Satu persatu band mulai ditampilkan. Acara begitu meriah hingga akhirnya aku dan kawan-kawanku perform pada pukul 20.05 wib. Kami membawakan lagu Ten 2 Five yang berjudul “I Will Fly”. Tidak begitu sulit untuk membawakan lagu tersebut. Karena sewaktu di Bogor dulu aku pernah membawakan lagu tersebut bersama band ku “SAGITA”. Malam yang begitu hangat bersama sambutan tepuk tangan yang begitu meriah dari para penonton kepada kami. Sebuah momen yang berkesan!

Keesokan harinya, hari sabtu hari libur kerjaku. Disaat sore menjelang, hujan turun cukup deras mengguyur kota karawang. Saat itu aku masih di warnet menunggu hujan reda. Warnet itu tidak begitu jauh dari rumahku. Sambil browsing, kubuka Facebook Mas Heri, kakak iparku. Ternyata dia pun tengah online dan kita pun chattingan. Disitulah aku mulai menanyakan tentang Fika lebih jauh. Hingga akhirnya kutitipkan salam untuk gadis itu kepada Mas Heri.

Tak lama kemudian hujan reda. aku pun meninggalkan warnet menuju studio music Bravo. Latihan untuk perform nanti malam di GOR PANATAYUDA Karawang. Kami latihan 2 jam. Seperti biasa HP selalu ku matikan agar lebih focus dan konsentrasi dalam latihan. Latihan penuh semangat senang sekali rasanya.

Selesai latihan, kita tidak langsung pulang. Istirahat sebentar sambil menikmati kopi hangat di sebuah warung dekat studio tersebut. HP pun mulai ku aktifkan kembali. Aku sempat kaget ketika ada SMS dari no yang tidak aku kenal 081298080
***. 

Begitu ku baca isinya, “Masih kenal gak sama aku Fika?”. Seketika dadaku berdegup kencang. Aku hampir tidak percaya kalau SMS itu dari dia. Gadis yang aku titipkan salam lewat Mas Heri beberapa jam yang lalu.

Pukul 20.00 wib di sekitar Gor karawang sudah dipadati pengunjung. Suasana tahun baru yang begitu ramai sekali. “Pesta Rakyat Karawang Akhir Tahun 2011”, itu nama acaranya. Perform disitu kami membawakan 2 buah lagu dari Andra And The Backbone, “Main Hati” dan “Musnah”. Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa tampil di big event seperti itu. Terlebih ketika melihat antusias penonton yang menikmati acara tersebut.
*****

Setelah turun panggung, aku sempat melihat band band lain yang ikut tampil di acara tersebut. Cukup banyak yang tampil. Tak lama kemudian aku pamit pulang pada teman teman band ku karena saat itu aku masih ada janji untuk kumpul bareng sama anak anak MISK (Milanisti Indonesia Sezione Karawang). Kebetulan lokasinya tidak begitu jauh dari Gor tersebut sekitar 500 m.

Setibanya disana, ternyata benar mereka tengah menunggu kedatanganku. Terlihat dari senyum sapa mereka yang begitu hangat. Disitu kita bertukar informasi dan berbagi pengetahuan tentang Club AC MILAN. Sangat menyenangkan bisa kumpul bareng bersama orang-orang yang memiliki kesamaan menyukai Tim Sepakbola AC Milan. Hingga pukul 01.30 dini hari aku mulai melangkah pulang. Dengan keadaan lelah dan capek aku mengendarai sepeda motor menuju ke rumahku di Citra Kebun Mas. Di tengah jalan berkali-kali aku melihat kecelakaan. Sungguh mengerikan hingga akhirnya aku tiba di rumah dengan selamat.

Pada tanggal 1 Januari 2012, tepatnya pukul 07.00 pagi temanku, Feri Hakim menelpon. Dia mengajak aku untuk melawat ke rumah teman yang sehari sebelumnya meninggal dunia. Sehubungan jenazah akan segera dimakamkan, aku pun segera berangkat.

Sesampainya disana, suasana haru dan isak tangis keluarganya membuat hatiku merasa terketuk dan sedih tentunya. Semoga ALLAH mengampuni segala dosa-dosanya dan memberikan kesabaran kepada keluarga dan kerabatnya. Di rumah almarhum bukan hanya aku dan Feri, teman-teman kerja yang lain pun hadir dan ikut berbela sungkawa. Kami semua ikut menyembahyangkan dan menguburkan jenazahnya.

Selepas sholat maghrib, aku pun pulang ke Bogor menaiki bis Agra Mas. Suasana di sekitar Terminal Klari Karawang Timur terlihat sepi. Sambil menunggu waktu, aku telpon Fika. Tak lama dia menerimanya. Begitu surprise ternyata dia mau menerima telpon dariku. Cukup lama kita mengobrol tentang banyak hal. Seperti membuka sebuah lembaran baru di dalam sudut hati.

Sampai di terminal Baranang Siang Bogor, pukul setengah 10 malam. Aku sengaja SMS Fika hanya untuk sekedar mengucapkan selamat malam. Tapi dia tak membalasnya. Akhirnya aku coba iseng untuk transfer dia pulsa 10 ribu. Dia sempat kaget karena tiba-tiba dapat pulsa. Padahal itu pulsa dariku, heee..hee.. tawaku dalam hati.
*****

Keesokan harinya, selesai sholat subuh aku kembali pulang ke Karawang. Sampai di Karawang pukul 7 pagi. Begitu tiba di kantor, aku SMS Fika sekedar mengucapkan selamat pagi dan semoga dia sukses di hari pertamanya dia training kerja. Tak lama dia membalas SMS dariku. Dia mengatakan bahwa dia tadi bagun pagi sekali dan posisinya sekarang sedang menaiki busway menuju ke tempat training kerjanya itu.
Pada tanggal 3 Januari, pukul 08.42, ketika aku tengah asik bermain gitar di rumah temanku, dia membalas SMS ku yang tadi malam. Dia memberi tahu padaku kalau dia tanggl 3 ini libur trainingnya.

Pada tanggal 5 Januari pukul 16.30, aku berada di kantor menunggu waktu pulang. Hujan turun cukup deras. Sambil menunggu hujan reda, aku browsing internet. Sudah 2 hari ini aku tidak SMS atau telpon Fika. Sebenarnya aku hanya ingin tahu apakah dia merasa kehilangan aku atau tidak. Ternyata benar SMS dari dia pun datang.
“Di Karawang Ujan ga, Rik? D’Jkrta ujan deres bgt dri siang smp sekarang lom jga berenti”

Kemudian dia memberiku informasi kalau dia tengah libur hari ini. Dan besok tanggal 6 Januari adalah hari penentuan diterima tidaknya dia bekerja. Kemudian lewat sms dia sempat bertanya juga :
“Sedang apa kamu? Katanya.
“Aku sedang mendengarkan lagu Anji yg judulnya Ternyata Cinta yg nantinya harus aku pelajari untuk latihan bersama bandku di hari sabtu nanti”, Jawabku.

Malam harinya Fika menanyakan padaku tentang pin BB. Aku tak sempat menjawabnya karena sudah tertidur pulas.

Keesokannya, pada saat istirahat di kantor sambil menunggu sholat Jum’at, aku SMS Fika. Aku memberitahukan padanya agar dia untuk tidak telat makan siang. Setelah selesai sholat Jum’at, aku telpon dia. Aku memberitahu kepadanya kalau waktu malam itu aku sudah tidur jadi tak sempat membalas SMSnya. Aku pun sempat mengatakan bahwa aku tidak mempunyai pin BB dengan alasan aku belum begitu suka dengan BB.

Akhirnya kita mengobrol banyak hal tentang kisah hidup kita masing-masing. Obrolan pun selesai ketika dia mulai melanjutkan kegiatan trainingnya.
*****

Malam harinya, kembali ku telpon Fika di depan rumahku. Banyak hal yang aku bicarakan padanya mulai dari keluarga sampai pekerjaannya. Sekitar satu jam aku telpon dia. Sebelum tidur aku sempat memberinya sedikit puisi ucapan selamat tidur.

Pada tanggal 7 Januari, Orangtuaku, Papah dan Mamah dari Bogor sengaja datang berkunjung ke Karawang. Saat itu jadwalku latihan di studio bersama bandku. Selesai latihan aku langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Fika SMS padaku.

Tanggal 9 Januari, pukul 21.00 malam aku menghadiri rapat warga. Aku sempat SMS Fika kalau aku sedang memimpin rapat warga dan meminta doanya agar bisa berjalan dengan sukses. Rapat warga RT.37 RW. 11 Perumahan Citra Kebun Mas tempat tinggalku di Karawang yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Aku memimpin rapat karena aku termasuk salah satu pengurus di RT yaitu sebagai wakil RT Disela-sela rapat aku sempat SMS Fika sebatas mengucapkan selamat malam dan selamat tidur.
Tanggal 12 Januari aku tidak masuk kerja dapat cuti dari kantor. Aku sengaja mengambil cuti agar bisa menemui Fika. Memang pada awalnya aku merasa ragu apakah dia libur kerja atau tidak. Tapi pada saat itu aku yakin seyakin-yakinnya kalau dia hari ini libur kerja.

Pukul sepuluh pagi aku berangkat dari Karawang menuju Bogor. Sesampainya di terminal Bogor pukul 12 siang. Sebelum melanjutkan perjalanan, aku sempat mampir di rumah temanku untuk sholat Zuhur. Setengah jam kemudian aku kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah Graha Cijantung, tempat dimana aku janjian sama Fika. Aku dan Fika janjian untuk bertemu di Graha Cijantung pukul 14.00 siang. Namun sayang perkiraanku meleset. Ternyata aku masih berada di Bogor pukul 13.30 siang. Bis yang aku tumpangi berjalan lamban. Berkali-kali Fika SMS menanyakan keberadaanku. Bahkan dia sempat menelpon ke no HP ku. Hanya sayangnya Hpku lowbatt.
Tiba di Graha Cijantung pukul 14.30. Fika pun langsung aku telpon. Syukurnya dia langsung menjawab telponku. Dia mengajaku untuk bertemu di Poci (food court). Selang beberapa menit, aku melihat gadis memakai baju berwarna hitam, celana jeans dan berambut panjang. Gadis itu seperti kebingungan mencari seseorang. Jangan-jangan itu Fika, Pikirku. Fika pun segera ku telpon. Tiba-tiba gadis itu mengangkat telponnya. Ternyata benar dia adalah Fika. Sejujurnya aku sempat terkejut melihatnya. Ternyata dia manis, tinggi dan modis. Dia pun tersenyum ketika melihatku. 
 Akhirnya kami bersalaman dan berkenalan.
“Hei…aku Erick!” Ucapku, dengan mengukurkan tangan ke dia
“Aku Fika” Jawab dia sambil sedikit malu
“Fika, maaf yach! Erick datangnya telat, bis nya tadi lambat banget jalan nya, udah gitu macet pula lagi”
“Ga apa-apa Erick!” Jawab Fika renyah.

Sejenak kita saling bertatapan dan dikemas dengan senyuman. Sebuah momen yang tidak terlupakan.
Tak lama aku mengajaknya makan di area Poci tersebut. Sambil memesan makanan kepada pelayan aku sempat mencuri-curi pandang kepadanya. Sejujurnya dia memang manis dan ramah tentunya. Sekilas aku sempat kaget ternyata baju yang aku kenakan sama warnanya dengan dia hitam. Sesekali dia memandang ke arahku sambil tersenyum. Jiwaku bergetar...inikah gadis itu..pikirku.

Aku sempat meninggalkannya sebentar sekitar 20 menit untuk sholat Ashar. Satu jam berlalu bersama dia di tempat itu. Setelah itu dia mengajak aku untuk jalan-jalan ke toko buku Gramedia dan akhirnya ke Mc Donald. Sambil menikmati softdrink dan ice cream aku dan dia melanjutkan obrolan. Kali ini obrolannya semakin intensif . kami berdua saling menceritakan tentang diri masing-masing, tentang keluarga dan pekerjaan masing-masing. Tak jemunya aku memperhatikan paras wajahnya yang cantik.

Tak terasa waktu sudah pukul 17.10 sore aku pun memutuskan pulang kembali ke Karawang. Dia sempat mengantarkan aku sampai ke depan Graha Cijantung. Dia memberitahuku kendaraan mana yang harus ku tumpangi agar aku bisa dengan mudah mendapatkan bis jurusan Karawang. Tak lama aku pamit dan bersalaman. Lalu menaiki angkutan umum No 37 jurusan Kp. Rambutan. Di dalam angkutan umum aku SMS Fika.
“Terima kasih atas pertemuan hari ini, hati-hati di jalan, Fika” Kataku. Kemudian dia balas SMS ku.
“Iya sama-sama Erick, hati-hati ya di jalan”.
“Kalau sudah sampai kabari aku ya!” Jawabnya.
 Pukul 19.00 malam aku sampai di Karawang. Aku pun SMS Fika kalau aku sudah sampai Di kota Karawang. Dia tidak membalasnya. Aku yakin pulsa dia pasti habis. Tak lama aku transfer dia pulsa. Sambil bercanda pada Fika aku bilang nanti bakal ada pulsa nyasar ke HP kamu. Ternyata Fika baru sadar kalau pulsa nyasar waktu beberapa minggu yang lalu pun dari aku.
Menjelang pukul 21.00 malam aku sms Fika, memberitahukan kepadanya kalau aku mau menelponnya. Karena Mamahku ingin berkenalan dengan dia lewat telpon. Tampak akrab di telinga ketika mereka berdua berbicara di telpon. Oh begitu senangnya hatiku.

Tanggal 17 Januari pukul 11.12 Fika kirim sms. Hanya saja aku baca pada pukul 12.30 lewat karena ada meeting dengan customer.
“Maaf nih Erick baru balas, baru ada pulsa”.
“Sekarang aku stay di Ambassador, hari ini masuk pagi” SMS nya.

Sorenya pukul 17.30 aku coba untuk SMS dan telpon dia. Namun sayang dia tidak membalasnya. Begitu juga dengan telpon tidak diangkat. Aku berpikir mungkin dia sedang istirahat karena capek pulang kerja. Pukul 17.39 Fika baru membalas SMS ku tapi aku tengah sibuk kursus bahasa Korea. Jadi setiap hari selasa pukul 17.00-18.00 itu jadwal kursus Bahasa Korea di kantorku.

Tanggal 30 Januari aku kembali bertemu dengan Fika. Ini kedua kalinya aku ketemu dengan dia. Aku dan dia janjian di tempat biasa yaitu di Graha Cijantung. Awalnya janjian pukul 11 siang, tapi di tengah perjalanan dia telpon aku kalau dia bisa ketemuannya sekitar pukul 14.00 siang karena Fika baru bangun tidur. Ternyata tadi malam dia lembur. Sambil menunggu waktu aku pergi ke klinik di daerah Cibinong Bogor untuk berobat. Karena sebenarnya kondisi badanku lagi kurang fit karena kurang istirahat dan terlalu banyak begadang karena nonton bola di televisi Liga Seri A Italia.

Sekitar jam 12 aku pun berangkat menuju Graha Cijantung mengendarai sepeda motorku. Sampai disana pukul setengah 14.00. Sambil menunggu dia datang aku sholat dulu di mushola tempat pertama aku sholat saat bertemu dengan Fika pertama kalinya. Akhirnya tak lama dia datang juga. Dia mengenakan baju berwarna hitam seperti biasa.

Kemudian kita berdua ke Pujasera untuk makan. Aku memesan nasi goreng special dan jus alpukat. Dia memesan lemon tea untuk minumnya. Sambil menunggu hidangan datang aku memulai pembicaraan. Aku menanyakan tentang pekerjaannya. Sambil berbicara aku memperlihatkan video waktu aku manggung di acara kantor lewat HP ku. Dia melihat aku yang sedang bermain gitar di video itu. Kemudian ku perdengarkan padanya lagu-lagu ciptaan ku dan lagu-lagu band ku tentunya. Dia menyimaknya. Ternyata dia suka sekali dengan lagu-lagu ku dan suaraku. Dia banyak melamun ketika mendengarkannya. Sepertinya dia sangat menikmati lagu-lagu tersebut.

Saat makanan datang aku tidak begitu berselera menyantapnya karena memang sedari tadi aku sedang kurang sehat. Dia pun mulai perhatian.
“Biarpun sedang sakit kamu harus tetap makan banyak” katanya.
“Iya, trima kasih Fika!” Cuma emang aku lagi ga nafsu makan aja.
Selesai makan dengan perasaan yang berdebar-debar aku memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku padanya.
Masih lekat dalam ingatanku saat aku mengutarakan isi hatiku sama Fika.
“Fika, sini deh aku mau ngomong sesuatu sama kamu” Sambil ku dekatkan posisi kursi aku ke dia supaya aku bisa lebih jelas berbicara dengan dia.
“Hmmmm… aku mau ngomong sesuatu sama kamu tentang perasaan aku” Fika pun hanya tersenyum melihat aku.
“Ya ngomong aja Rick”
“Jujur aja walaupun baru dua kali aku ketemuan sama kamu…
“Aku ngerasa nyaman aja sama kamu, ga tau kenapa???”
“Fika, Aku ga bisa ngebohongin sama hati nurani aku”
“Akuuuuu…Sayang Kamu” Dengan sedikit kaget dan tersipu malu aku lihat ekspresi dari Fika.
Saat itu benar-benar hari yang berharga buat aku karena aku telah mengutarakan isi hati aku yang sebenarnya ke Fika. Di iringi dengan rinai rintik hujan di “Graha Cijantung”

Aku bilang kalau aku sayang padanya. Sebenarnya dia pun merasakan hal yang sama hanya saja dia ingin menjalani hubungan ini dengan apa adanya dulu, mengalir seperti air. Ya mungkin karena kondisi Fika yang baru putus dengan pacarnya beberapa bulan lalu, membuat dia belum bisa penuh membuka hatinya. Aku pun setuju dan menghargai alasan dia karena aku tidak ingin memaksa Fika. Aku lebih menyukai kalau Fika bisa tulus, dan bukan menganggap aku sebagai persinggahan cinta sesaatnya.

Kini semua hanya tinggal waktu. Aku serahkan semuanya pada alam dan mekanisme langit beserta isinya. Tapi aku berharap dia bisa menerimaku dengan sepenuh hati. Mungkin dialah gadis yang selama ini aku cari. Seperti menemukan sebuah nada indah di dalam lagu. Atau seperti sebuah bait puisi yang elok. Itulah dia. Selalu bersinar di dalam hati memberikan kehangatan di ruang jiwaku.